Everything about me is beautiful gift From God

Thursday, November 4, 2010

ADAT KEBUDAYAAN ENDE-LIO

Ende adalah kota yang terletak di kabupaten Ende Propinsi Nusa Tenggara Timur. Penduduk asli orang Ende biasa disebut orangLio- Ende. Mata Pencaharian masyarakat Lio-Ende sebagian besar adalah bertani dan nelayan. Demikian pula sebagai petani, mereka menanam bermacam-macam tanaman, dari tanaman yang pendek umurnya, hingga tanaman tahunan dan tanaman perdagangan. adalah bertani.Sebelum menanam dan melakukan panen, mereka melakukan upacara seremonial adat.Upacara itu dipimpin oleh tokoh adat atau pemangku adat yang dalam bahasa setempat disebut Mosalaki bersama masyarakatnya yang dalam bahasa setempat disebut fai walu ana kalo.
Orang Lio – Ende sebagian besar hidup dari bertani. Mereka menanam padi. Padi ladang paling banyak ditemukan. Padi ladang ditanam satu tahun sekali dan padi sawah dapat ditanam dua kali setahun. Sebelum ditanam selalu ada upacara. Upacara itu berhubungan dengan cerita ine Mbu atau Ine Pare. Bagi orang Lio – Ende, padi ladang sangat dihormati. Selain padi, di ladang juga di tanam jagung, sorgun (lolo, orho), jewawut (wete), ubi kayu, umbi-umbian, sayur-sayuran, kacang da sebagainya.
Selain adat istiadat yang masih hidup, kampung asli Lio – Ende masih ada. Diantaranya masih terpelihara dengan baik. Kampung adat Wolotopo di kecamatan ndona, Kampung adat Wologai di kecamatan Detusoko, kampung adat Nuapu’u di kecamatan........., kampung adat Tenda di kecamatan..................., kampung adat Wololele A di kecamatan Wolowaru juga masih terlihat aslinya. Stiap kampung asli Lio – Ende ada hulunya. Dihulu itu ada pohon beringin yang sudah berusia tua. Rumah-rumah asli orang Lio – Ende biasanya ada di buki-bukit selain di dataran rendah. Umumnya rumah-rumah itu melingkari bukit dan sedikit di dataran.
Kampung-kampung asli sebagai kampung adat lio-Ende, selalu terdapat rumah adat. Rumah adat adalah tempat untuk melaksanakan upacara-upacara adat bagi seisi kampung adat. Di rumah adat itulah Mosalaki dengan semua Fai Walu Ana kalo, aji ana, mengadakan rapat-rapat.
 Sebagai tempat upacara adat, maka di dalam rumah adat itu selalu ada bagian-bagian atau tempat-tempat penting yang dihormati dan sakral. Di dalam rumah adat ada wisu watu tempatnya ada dibagian tengah rumah. Letaknya disudut kanan. Di wisu watu itulah mosalaki mengantarkan persembahan seperti makanan minuman, sirih pinang, rokok asli (mbako) bagi Du”a Bap atu Tuhan. Persembahan untuk leluhur pada saat ada upacara adat (Nggua) disajikan di tempay itu juga. Selain wisu watu, di rumah adat selalu ada tangi (tangga), juga ada tenda (balai-balai). Ada juga dhembi (padha) yaitu tempat tidur disisi kanan. Setiap rumah adat juga ada pene (pintu) serta loro.
Di Lio–Ende, banyak upacara adat . Upacara adat itu berhubungan dengan pertanian dan kehidupan manusia. Sejak lahir, dewasa hingga meninggal ada upacara-upacara yang dilakukan. Demikian juga dalam kehidupan pertanian.
 Ada beberapa upacara pertanian yang dibuat. Upacara seremonial adat ini mempunyai maksud dan tujuan sebagai berikut :
1. menjaga dan melindungi mosalaki dan masyarakat seluruhnya
2. Untuk terhindar daeri ancaman marabahaya dan bencana
3. Memperoleh keberhasilan dalam usaha
4. Menghindari tanaman dari serangan hama dan penyakit.
Dibawah ini nama-nama upacara itu :
1. Tu ulu nawu eko artinya upacara memberi makan atau membuat sesajian untuk arwah nenek moyang.
2. Paki tana neka watu artinya upacara musim tanam padi dan jagung, dimana mosalaki menanam terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan masyarakat.
3. Joka Ju (Ju Angi) artinya upacara untuk menolak bala dan hama tanaman.
4. Keti uta atau Ka poka artinya upacara yang dilaksanakan untuk menyongsong panen padi.
5. Ngguaria artinya pesta syukuran atas keberhasilan panen selama satu tahun.
Selain upacara pertanian diatas dalam budaya Lio – Ende juga ada upacara untuk manusia. Upacara-upacara itu antara lain :
1. Wa’u tana, dilaksanakan setelah 4 hari bayi dilahirkan, setelah upacara itu baru ibu boleh keluar.
2. Ka Ngaga artinya upacara untuk membolehkan bayi dboleh di gendong oleh orang lain.
3. Kongga/poro fu artinya upacara cukur rambutpertama atas anak laki-laki atau anak perempuan yang dilakukan oleh paman.
4. Roso Ngi’i artinya upacara potong gigi bagi anak laki-laki atau perempuan menjelang dewasa.
5. Wudu Tu : upacara nikah adat yang dipimpin oleh tetua adat.
(Buku muatan Lokal kelas 2 SD)

4 comments:

  1. menarik informasinya, mohon share kalo ada informasi dan foto2 menarik dalam ritual adat di wologai yang biasanya dilaksanakan setiap bulan september...........

    ReplyDelete
  2. informasi yg bermanfaat, thanks ya.
    jngn lupa kunjungi pula
    http://smile-lv.blogspot.com

    ReplyDelete
  3. Tolong dimuat dong foto atau video upacara adat joka ju yg baru dilaksanakan di desa pora nggela tanks

    ReplyDelete
  4. Saya tidak yakin ini adalah tulisan hasil karya anda sendiri. Karena tulisan ini sebelumnya saya pernah membacanya....thanks

    ReplyDelete

Thursday, November 4, 2010

ADAT KEBUDAYAAN ENDE-LIO

Ende adalah kota yang terletak di kabupaten Ende Propinsi Nusa Tenggara Timur. Penduduk asli orang Ende biasa disebut orangLio- Ende. Mata Pencaharian masyarakat Lio-Ende sebagian besar adalah bertani dan nelayan. Demikian pula sebagai petani, mereka menanam bermacam-macam tanaman, dari tanaman yang pendek umurnya, hingga tanaman tahunan dan tanaman perdagangan. adalah bertani.Sebelum menanam dan melakukan panen, mereka melakukan upacara seremonial adat.Upacara itu dipimpin oleh tokoh adat atau pemangku adat yang dalam bahasa setempat disebut Mosalaki bersama masyarakatnya yang dalam bahasa setempat disebut fai walu ana kalo.
Orang Lio – Ende sebagian besar hidup dari bertani. Mereka menanam padi. Padi ladang paling banyak ditemukan. Padi ladang ditanam satu tahun sekali dan padi sawah dapat ditanam dua kali setahun. Sebelum ditanam selalu ada upacara. Upacara itu berhubungan dengan cerita ine Mbu atau Ine Pare. Bagi orang Lio – Ende, padi ladang sangat dihormati. Selain padi, di ladang juga di tanam jagung, sorgun (lolo, orho), jewawut (wete), ubi kayu, umbi-umbian, sayur-sayuran, kacang da sebagainya.
Selain adat istiadat yang masih hidup, kampung asli Lio – Ende masih ada. Diantaranya masih terpelihara dengan baik. Kampung adat Wolotopo di kecamatan ndona, Kampung adat Wologai di kecamatan Detusoko, kampung adat Nuapu’u di kecamatan........., kampung adat Tenda di kecamatan..................., kampung adat Wololele A di kecamatan Wolowaru juga masih terlihat aslinya. Stiap kampung asli Lio – Ende ada hulunya. Dihulu itu ada pohon beringin yang sudah berusia tua. Rumah-rumah asli orang Lio – Ende biasanya ada di buki-bukit selain di dataran rendah. Umumnya rumah-rumah itu melingkari bukit dan sedikit di dataran.
Kampung-kampung asli sebagai kampung adat lio-Ende, selalu terdapat rumah adat. Rumah adat adalah tempat untuk melaksanakan upacara-upacara adat bagi seisi kampung adat. Di rumah adat itulah Mosalaki dengan semua Fai Walu Ana kalo, aji ana, mengadakan rapat-rapat.
 Sebagai tempat upacara adat, maka di dalam rumah adat itu selalu ada bagian-bagian atau tempat-tempat penting yang dihormati dan sakral. Di dalam rumah adat ada wisu watu tempatnya ada dibagian tengah rumah. Letaknya disudut kanan. Di wisu watu itulah mosalaki mengantarkan persembahan seperti makanan minuman, sirih pinang, rokok asli (mbako) bagi Du”a Bap atu Tuhan. Persembahan untuk leluhur pada saat ada upacara adat (Nggua) disajikan di tempay itu juga. Selain wisu watu, di rumah adat selalu ada tangi (tangga), juga ada tenda (balai-balai). Ada juga dhembi (padha) yaitu tempat tidur disisi kanan. Setiap rumah adat juga ada pene (pintu) serta loro.
Di Lio–Ende, banyak upacara adat . Upacara adat itu berhubungan dengan pertanian dan kehidupan manusia. Sejak lahir, dewasa hingga meninggal ada upacara-upacara yang dilakukan. Demikian juga dalam kehidupan pertanian.
 Ada beberapa upacara pertanian yang dibuat. Upacara seremonial adat ini mempunyai maksud dan tujuan sebagai berikut :
1. menjaga dan melindungi mosalaki dan masyarakat seluruhnya
2. Untuk terhindar daeri ancaman marabahaya dan bencana
3. Memperoleh keberhasilan dalam usaha
4. Menghindari tanaman dari serangan hama dan penyakit.
Dibawah ini nama-nama upacara itu :
1. Tu ulu nawu eko artinya upacara memberi makan atau membuat sesajian untuk arwah nenek moyang.
2. Paki tana neka watu artinya upacara musim tanam padi dan jagung, dimana mosalaki menanam terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan masyarakat.
3. Joka Ju (Ju Angi) artinya upacara untuk menolak bala dan hama tanaman.
4. Keti uta atau Ka poka artinya upacara yang dilaksanakan untuk menyongsong panen padi.
5. Ngguaria artinya pesta syukuran atas keberhasilan panen selama satu tahun.
Selain upacara pertanian diatas dalam budaya Lio – Ende juga ada upacara untuk manusia. Upacara-upacara itu antara lain :
1. Wa’u tana, dilaksanakan setelah 4 hari bayi dilahirkan, setelah upacara itu baru ibu boleh keluar.
2. Ka Ngaga artinya upacara untuk membolehkan bayi dboleh di gendong oleh orang lain.
3. Kongga/poro fu artinya upacara cukur rambutpertama atas anak laki-laki atau anak perempuan yang dilakukan oleh paman.
4. Roso Ngi’i artinya upacara potong gigi bagi anak laki-laki atau perempuan menjelang dewasa.
5. Wudu Tu : upacara nikah adat yang dipimpin oleh tetua adat.
(Buku muatan Lokal kelas 2 SD)

4 comments:

  1. menarik informasinya, mohon share kalo ada informasi dan foto2 menarik dalam ritual adat di wologai yang biasanya dilaksanakan setiap bulan september...........

    ReplyDelete
  2. informasi yg bermanfaat, thanks ya.
    jngn lupa kunjungi pula
    http://smile-lv.blogspot.com

    ReplyDelete
  3. Tolong dimuat dong foto atau video upacara adat joka ju yg baru dilaksanakan di desa pora nggela tanks

    ReplyDelete
  4. Saya tidak yakin ini adalah tulisan hasil karya anda sendiri. Karena tulisan ini sebelumnya saya pernah membacanya....thanks

    ReplyDelete

Popular Posts

Blogroll

Happy Apple

Blogger news

Search This Blog

Loading...
Powered by Blogger.

© gp GETRUDE blog, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena